Selasa, 15 Maret 2011

makalah jagung

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang.

Di Indonesia, jagung merupakan bahan pangan penting sumber kadbrohidat kedua setelah beras. Disamping itu, jagung pun digunakan untuk bahan makanan ternak (pakan) dan bahan baku industri.  Penggunaan sebagai bahan pakan yang sebgian besar untuk pakan ternak ayam buras menunjukan tendensi makin meninggkat setiap tahun dengan laju kenaikan lebih dari 20%. Sebaliknya pangguanaan sebagai bahan pangan menurun.
Agak berbeda dengan kedelai, dari aspek pproduksi sebenarnya swasenbada jagung sudah terpenuhi. Namun, karena kontuinitas kebutuhan tidak dapat terpenuhi maka terpaksa dilakukan infor walau pun pada saat tertentu  pun dilakukan ekspor. Terjadinya ekspor dan infor pada tahun yang sama disebabkan antara lain musim jagung yang tidak merata sepanjang tahun pada awal musim hujan terjadi surplus produkssi sehingga harus di ekspor  karena belum tersedia fasilitas  penyimpanan yang memadai. Sebaliknya pada musim paceklik  terjadi kekurangan  produksi sehinnga untuk memenhi kebutuhan  harus dipenuhi impor.
Sejalan dengan telah di galakannyan gema palagung 2001  (Gerakan Mandiri Padi, kedelai dan Jagung tahun 2001). Maka  sudah sewajarnya  bila upaya peningkatan produksi jagung harus di usahakan denga priotas tinggi.

1.1.Tujuan Praktikum
Agar Mahasiswa dapat mengaplikasikan teknik budidaya tanaman semusim salah satunya jagung.

1.3.Waktu dan Tempat
Kgiatan penanaman ubi jalar cilembu dilaksanakan pada:
Tanggal                         : 3 Nopember 2010,
Hari                                : Rabu
Tempat                        : Tolengas .
waktu kegiatan         : 08.00 sampai dengan selesai.













BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Cara perawatan ,Pemupukan tanaman jagung
A.  PENYIAPAN LAHAN
Dilihat dari klasifikasi lahan praktikum, lahannya mengandung tanah yang sangat kering atau keras, sehingga lahan tersebut bisa disebut lahan kering atau tanah tadah hujan. Kegiatan pertama yang dilakukan adalah sanitasi atau peyiangan yang bertujuan untuk membuang rerumputan dan sejenisnya yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Penyiangan dilakukan dengan cara membuang rerumputan dan yang lainya dibuang dengan menggunakan cangkul,sabit,parang dan menggunakan mesin pemotong rumput kemudian rumput yang sudah terkumpul dibakar. salah satu kegiatan penyiapan lahan untuk tanaman jagung adalah pengolahan tanah. Pengolahan tanah bertujuan untuk memoerbaiki kondisi tanah menjadi gembur sehingga pertumbuhan akar tanaman menjadi mksimal. Selain itu akan mematikan bibit penyakit. Dan pengolahan tanah juga dapat memperbaiki tekstur tanah, memperbaiki sirkuasi udara dalam tanah, sera mendorong aktifitas mikroba tanah dan membebaskan unsure hara dalam tanah. Bila dalam kondisi bebas, unsure hara dengan mudah dapat diambil oleh akar tanaman.

Foto(027).jpg
Gambar, pengolahan lahan
Tanah diolah pada kondisi lembab, tetapi tidak terlalu basah. Tanah yang sudah digemburkan hanya diolah secara umum .melalui pengolahan tanah drainse dan aerasi yang kurang baik mrnjadi lebuh baik.Adapun Cara pengolahan tanah adalah pembukaan lahan, persiapan lahan, dan pembentukn saluran drainse. pada lahan kering tergantung kondisi lahan. Secara umum, pengolahan tanah dilahan kering dapat dilakukan secara sempurna, dan tanpa pengolahan tanah. (zero tillage ).
1.      Pengolahan secara sempurna
·         Pengolahan dilakukan pada tanah yang berat (tanah tadah hujan)
·         Tanahny a tidak terlalu kering atau terlalu basah sehingga mudah untuk digemburkan.
·         Tanah dicangkul atau di bajak  luas lahan berukuran 3x3 m gulma dan sisa tanaman dibersihkan  serta tanah digaru sampai rata
·         pengolahan tanah dilakukan seminggu sebelum tanam.
2. Tanpa pengolahan tanah
·         Pengolahan dilakukan pada lahan yang bertekstur  ringan dan lahan yang kekurangan air atau saat musim kemarau dengan tujuan menghindari penguapan berlebihan
·         Tanah hanya dicangkul untuk lubang tanam.
·         Pada lahan perlu diberi mulsa untuk mengatasi erosi dan menekan gulma serta untuk mengurangi penguapan air dari dalam tanah.

Tanah bekas pertanaman yang terkontaminasi peyakit atau serangan hama,gulma perlu dilakukan pembakaran sisa-sisa tanaman. Pengolahan tanah dilakukan sampai beberapa kali. Setiap perlakuan pengolahan , tanah dibiarkan terjemur  beberapa hari untuk mematikan bibit penyakit.
Untuk mencegah   kekurangan air , lahan penanaman dapat diberi mulsa dari jerami atau sisa tanaman lain. Sebaliknya, untuk mengantisipasi agar lahan tidak tergenang air, terutama saat   musim hujan perlu dibuat saluran air.



B. PENANAMAN
Setelah lahan diolah tahap selanjutnya yaitu penanaman. Namun sebelum penanaman dilakukan sebaiknya dilakukan  terlebih dahulu pola tananm yang di inginkan dan ditentukan jarak  .tananamnya. Selain itu, baru dilakukan penanaman.
1.      Pola Tanam
Tanaman jagungdapat di tanam pada awal musim hujan atau pada awal musim kemarau.pada umumnya tidak menana jagung secara monokultur tetapi dicampur dengan tanaman lain dengan demikian, pemilihan  varietas yang ditanampun perlu disesuaikan dengan keadaan air yang tersedia atau curah hujan. Beberapa pola tanam yang biasa diterapkan dalam penanaman jagung adalah sebagi berrkut:
a.      Tumpang sari (intercropping )
Pola tumpang sari adalah penanaman lebih dari satu tanaman dalam satu luasan atau lahan tertentu dengan umur tananman sama atau berbeda dan jarak tanam teratur. Sebagai contoh tumpang sari umur sama seperti jagung dan kedelai. Sementara tumpang sari umur berbeda seperti jagung,singkong,dan padi gogo.
b.      Tumpanggilir ( relay planting  )
Pola tanam tumpanggilir dengan cara meyisipkan satu atau beberapa jenis tanaman selain tanaman pokok dalam waktu yang berbeda , tetapi ditanam sebelum tanaman pokok dipanen sehingga terjadi overlapping ( tumpang tindih ). Contoh pola tanam tumpanggilir adalah diantara tanaman tanaman jagung disisipkan kacang panjang menjelang jagung dipanen. Tujuannya agar batang jagung dapat digunakan sebagai lanjaran( turus) kacang panjang .
c.       Tanam campuran (mixed cropping)
Pola tanam campuran adalah penanaman tanaman yang terdiri dari beberapa tanaman dan tumbuh tanpa diatur jarak tanam maupun larikannya. Dengan demikian , semua tanaman tercampur baur menjadi satu. Walaupun penggunaan lahan rekatip efisien, tetapi riskan terhadap ancaman hama dan penyakit serta sulit dalam pemeliharaan . Contoh pola tanam campuran yaitu tanaman jagung yang ditanam bersama kedelai dan singkong secara sembarang. 
      2. Jarak tanam
Jarak tanam jagung disesuaikan dengan umur panen. Semakin panjang umurnya, tananman akan semakin tinggi  memerlukan tempat yang lebuih luas. Jabung berumur panjang dengan waktu panen lebih dari seratus hari setelah tanam,sebaiknya jarak tanamnya 20x50 (1 tanaman / lubang )
Lubang tanam dibuat dengan alat tugal. Kedalaman lubang perlu diperhatikan agar benih tidak terhambat pertumbuhannya. Kedalaman lubang tanam sekitar 3-5 cm . setiap lubang hanya diisi 1-2 butir benih, tergantung jarak tanamnya.
3. Cara menanam
Untuk jarak tanam  20-50 cm, setiap lubang ditanam satu sampai dua tanaman. Tanaman tidak dapat tumbuh dengan baik pada saat air kurang atau air saat air berlebihan. Pada waktu musi penghujan atau musim hujan hamper berakhir, benih jagung dapat di tanam. Namun, air hendaknya cukup tersedia selama pertumbuhan tanaman jagung. pada saat penanaman sebaiknya tanah dalam keadaan lembap dan tidak tergenang. Pembuatan lubang tanam dan penanman biasanya memerlukan 4 orang dengan rinciaan 2 orang membuat lubang, 1 orang memasukan benih dan 1orang menutup lubang Jumlah benih yang dimasukan perlubang tergantung yang di kehendaki, bila dikehendaki dua tanaman perlubang maka benih yang dimasukan 3 biji perlubang, bila yang dikendaki 1 tanaman perlubang, benih yang dimasukan 2 butir benih perlubang.
      
C. PEMUPUKAN TANAMAN JAGUNG
Pada upaya peningkatan produksi jagung, pemupukan merupakan hal penting dan harus diperhatikan . Adapun hal-hal perlu diperhatikan adalah jenis, dosis, waktu, dan cara pemupukan.

1.      Jenis dan dosis pemupukan
Jenis pupuk yang diberikan pada tanaman jagung adalah pupuk organik dan anorganik. Pupuk organik  berupa, pupuk kandang, jerami yang diberikan pada lahan yang kurang subur. Dosisnya sekitar  5 g per tanaman atau sekitar 15-20 ton/ha . Pemupukan jagung dilakukan  tiga kali yaitu : pemupukan pertama furadan dan ponska dilakukan sebelum biji jagung  dimasukan ke dalam lubang tanam kemudian ditutup dengan tanah, pemupukan kedua dilakukan dua minggu setelah tanam dengan menggunakan pupuk  ponska yang diletakan disamping tanaman jagung dengan membuat lubang tanam dengn jarak  10 cm dari tanaman jagung, pemupukan ketiga dilakukan satu bulan setelah tanam dengan menggunakan pupuk urea dan ponska.

D. PEMELIHARA.
1. Penyulaman
Penyulaman dilakukan jika ada benih yang rusak atau tidak tumbuh kegitan ini dilakukan sekitar satu minggu atau sepuluh hari setelah tanam . kegitan penyulaman ini dilakukan agar jumlah tanaman per satuan luas akan tetap optimum sehingga target produksi  akan tetap tercapai.
2. Penyiangan
Penyiangan dilakuan dengan upaya pengendalian atau pengurangan gulma yang tumbuh diarel penanaman. Kehadiran gulma  diberantas karena dapat menurukan kuantitas dan kualitas hasil produksi gumla berperan sebagi kompetitor tanaman pokok .secara umum, gulma diareal tanaman jagung dapat menjadi tiga golongan yaitu :
1)      Gulma rumput seperti rumput belulang ( Eleusin indica ), jajagoan  (Echinochloa colonum), kakawatan (cynodon dactilon).  Alang-alang  (Imperata cylindrical ),  lempuyang (panicium sp )
2)      Gulma teki - tekian seprti teki (Cyperus rotundus ), jeking kunyit (Cyperus iria ), teki gedah (Cyperus compessus )
3)      Gulma berdaun lebar seperti putrid malu (Mimosa invisa), babadotan  (Ageratum conyoides ), tolod (Alternanthera sessilis ).
Tergantung perkembangannya, penyiangan gulma  dapat dilakukan 2-3 kali. Penyiangan I sebaiknya dilakukan sebelum susulan II dan bersamaan dengan pembubunan. Penyiangan II dapat dilakukan sebulan setelah penyiangan I dan penyiangan II dapat dilakukan jika di anggap perlu, yaitu pertumbuhan gulma terlihat subur dan lebat.
Penyiangan dapat dilakukan dengan dua cara ,yaitu manual dan kimia. Penyiangan manual dilakukan dengan menggunakan tangan, cangkulatau alat lainnya, sedangkan cara kimia dilakukan dengan dengan menggunakan herbisida.

Foto001.jpg
Gambar, penyisngan
3. Pembubuhan
Untuk efisiensi tenaga. Biasanya pembumbuhan biasanya dilakukan bersamaan dengan peyiangan kedua. Tujuan pembumbunan yaitu untuk memperkokoh posisi batang sehingga tanaman tidak mudah rebah. Selain itu, pembunmbunan juga bertujuan untuk menutup akar yang bermunculan atau terbuka diatas permukaan tanah karena adnya aerasi dan untuk membuat pertumbuhan tanaman menjadi tegak atau kokoh. Pembumbunan dilakukan dengan cara menaikan atau menimbunkan tanah pada pokok tanaman, adapun tanah di sebelah kanan dan kiri barisan tanaman di uruk dengan cangkul, kemudian ditimbun dibarisan tanaman, dengan cara ini, akan terbentuk guludan yang  panjang 
Kegiatan pembumbunan jugaa bersamaan dengan waktu pemupukan kedua , yaitu pada saat umur dua minggu setelah tanam.    
D. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
Salah satu factor penentu peningkatan produksi jagung adalah Keberhasilan dalam mengendalikan hama dan penyakit. Dengan mengetahui jenis dan gejala serangan hama dan penyakit setidaknya dapat membantu keberhasilan pengendalianya, untuk mencapai hal itu,diperlukan pengetahuan tentang jenis hama dan penyakit.
1.      Hama
Hama bias menjadi penghambat keberhasilan panen bila tidak dikendalikan, terdapat banyak jenis hama yang menyerang tanaman jagung, mulai dari yang tidak merugika sampai yang sangat merugikan diantaranya:
a.      Lalat bibit (Atherigona exigua stein; A. orizae;A. orientalis )
Lalat bibit memiliki cirri tubuh berwarna abu-abu, punggung berwarna kuning kehijauan dan bergaris, serta perut berwarna coklat kekuningan. Adapun telur berwarna mutiara. [njang lalat yaitu 3-3,5 mm.
·         Gejala
-          Daun berubah warna menjadi kekuning-kuningan
-          Disekitar bekas gigitan atau bagian yang terserang mengalami pembusukan,akhirnya tanaman menjadi layu
-          Pertumbuhan tanaman menjadi kerdil atau mati
·         Pengendalian
-          Penanaman serentak dengan selisih waktu 10 hari
-          Penerapan pergiliran tanaman dengan tanaman bukan inang
-          Pencabutan dan pemusnahan tanaman yang terserang lalat bibit harus agar hama tidak menyerang
-          Kebersihan di sekitar areal penanaman di jaga dan selalu di perhatikan,terutama terhadap tanaman inang dan sekaligus sebagai gulma
-          Pengendalian secara kimia dengan penggunaan insektisida yang efektif pada benih, misalnya Decis 2,5 Ec konsentrasn 1 ml/l dan Antracol 70 Wp atau 2g/l.

b.      Ulat pemotong
Ulat pemotong memiliki nama ilmiah Agrotis sp.atau disebut juga A.ipsilon.
v  Gejala
Tanaman jagung terserang biasanya terpotong beberapa cm di atas permukaan tanah yang di tandai dengan adanya bekas gigita pada batangnya.Akibatnya, tanaman jagung yang masih muda,itu roboh di atas tanah.
Pengandalian
-          Penanaman secara serentak pada areal yang luar
-          Penerapan pergiliran tanaman
-          Ulat yang biasanya terdapat di dalam tanah dicari dan dibunuh










BAB IV
KESIMPULAN
              Tanaman jagung sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia dan hewan. Di Indonesia, jagung merupakan komoditi tanaman pangan kedua terpenting setelah padi. Berdasarkan urutan bahan makanan pokok di dunia, jagung menduduki urutan ke 3 setelah gandum dan padi. Di Daerah Madura, jagung banyak dimanfaatkan sebagai makanan pokok.  Jagung manis tumbuh baik pada tanah dengan pH antara 6,5 sampai 7,0 ,tetapi masih cukup toleran pada tanah dengan tingkat kemasaman yang relatif tinggi, dan dapat beradaptasi pada keracunan .
        Tanah yang sesuai adalah tanah dengan tekstur remah, karena tanah tersebut bersifat porous sehingga memudahkan perakaran pada tanaman jagung. Jagung dapat tumbuh pada berbagai macam jenis tanah. Tanah lempung berdebu adalah yang paling baik bagi pertumbuhannya. Tipe tanah liat masih dapat ditanami jagung, tetapi dengan pengerjaan tanah lebih sering selama pertumbuhannya, sehingga aerase dalam tanah berlangsung dengan baik. Air tanah yang berlebihan dibuang melalui saluran pengairan yang dibuat diantara barisan jagung .
        Jagung umumnya ditanam di dataran rendah, di lahan sawah tadah hujan maupun sawah irigasi, tetapi terdapat juga di daerah dataran tinggi pada ketinggian 1000 m - 1800 m di atas permukaan laut. Tanah dengan kemiringan sampai 8% masih dapat ditanami jagung dengan arah barisan tegak lurus terhadap miringnya tanah, dengan maksud untuk mencegah erosi yang terjai pada waktu turun hujan besar. Tanah lempung berdebu adalah yang paling baik bagi pertumbuhannya












Tidak ada komentar:

Poskan Komentar